Pasopati.co.id | Surabaya – PT Terminal Teluk Lamong terus meningkatkan kapasitas operasional Terminal Petikemas (TPK) Nilam melalui penambahan satu unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) baru berbasis tenaga listrik.
Investasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat layanan bongkar muat peti kemas, meningkatkan produktivitas, serta mendukung transformasi pelabuhan yang ramah lingkungan.
E-RTG tersebut tiba di Terminal Teluk Lamong dari China menggunakan kapal MV Spring Shine.
Setelah proses pembongkaran, alat akan menjalani tahapan instalasi, pengujian, dan commissioning sebelum resmi dioperasikan di area penumpukan peti kemas TPK Nilam.
Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, mengatakan penambahan E-RTG merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat kesiapan operasional terminal guna mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas yang terus meningkat.
“Penambahan E-RTG ini merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kapasitas operasional sekaligus menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan andal kepada seluruh pengguna jasa.
Kami terus melakukan modernisasi peralatan agar mampu menjawab kebutuhan industri logistik yang semakin berkembang,” ujar Muhammad Syukur.
Menurutnya, penggunaan E-RTG berbasis listrik memberikan nilai tambah karena mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi emisi karbon.
Teknologi tersebut sejalan dengan komitmen PT Terminal Teluk Lamong dalam menerapkan konsep green port melalui pemanfaatan peralatan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
E-RTG baru memiliki kapasitas angkat hingga 40 ton dengan kemampuan menumpuk peti kemas hingga enam susun ditambah satu kontainer di atasnya (1 over 6 containers).
Spesifikasi tersebut akan meningkatkan produktivitas proses bongkar muat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan area penumpukan di TPK Nilam.
Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, menjelaskan bahwa tambahan E-RTG akan memperkuat kemampuan terminal dalam melayani peningkatan volume peti kemas.
Setelah seluruh proses instalasi dan pengujian selesai, alat tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal Oktober 2026.
“Kehadiran E-RTG baru akan meningkatkan kapasitas pelayanan TPK Nilam. Kami optimistis proses bongkar muat menjadi lebih cepat, produktivitas terminal meningkat, dan pengguna jasa memperoleh pelayanan yang semakin optimal,” kata Retno.
Selain meningkatkan kapasitas operasional, investasi tersebut juga mendukung implementasi transformasi Pelindo dalam menciptakan sistem pelayanan kepelabuhanan yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
Pemanfaatan E-RTG berbasis listrik diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung target penurunan emisi di sektor pelabuhan.
Melalui penambahan E-RTG baru, PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam layanan kepelabuhanan.
Modernisasi peralatan di TPK Nilam tidak hanya memperkuat kapasitas operasional, tetapi juga meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia melalui layanan bongkar muat yang lebih cepat, aman, efisien, dan ramah lingkungan.
(Surya)