Juli 28, 2026
IMG_20260724_154221

Pasopati.co.id | SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memanfaatkan Safety Forum Triwulan II Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan operasional terminal.

Perusahaan mengajak seluruh pekerja dan mitra kerja meningkatkan kepedulian, kewaspadaan, serta disiplin dalam menjalankan setiap aktivitas kerja.

PT Terminal Teluk Lamong menggelar Safety Forum tersebut di TPK Teluk Lamong pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Lesson Learned Fatality Pelindo Grup Tahun 2026 dan Blind Spot Awareness”.

Forum tersebut menjadi ruang bagi manajemen dan para mitra kerja untuk berbagi pengalaman serta pembelajaran dari berbagai insiden.

Melalui kegiatan ini, perusahaan mendorong seluruh pihak mengenali potensi bahaya dan mengambil langkah pencegahan sebelum risiko berkembang menjadi kecelakaan.

Komitmen terhadap keselamatan kerja juga tercermin dari capaian 25.372.483 jam kerja aman di TPK Teluk Lamong selama periode April hingga Juni 2026.

Capaian tersebut melibatkan 175 pekerja di area TPK Teluk Lamong bersama 945 tenaga kerja dari mitra kerja yang mendukung aktivitas operasional terminal.

Jajaran manajemen PT Terminal Teluk Lamong mengikuti Safety Forum bersama sejumlah mitra kerja strategis, antara lain PT Pelindo Daya Sejahtera, PT BIMA, PT APERINDO, PT Lamong Energi Indonesia, Koordinator Koperasi Pelabuhan Indonesia, PT Puskopal, PT Pelindo Husada Citra, PT MTI, PT TEDS, PT NPMA, dan PT BST.

Keterlibatan seluruh mitra kerja memperkuat sinergi dalam menerapkan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Perusahaan mendorong seluruh pihak menjaga komunikasi, meningkatkan kepedulian, dan menjalankan prosedur keselamatan secara konsisten di setiap area operasional.

Sebelum forum berlangsung, peserta bersama stakeholder melakukan penanaman pohon di kawasan Terminal Teluk Lamong. Aksi tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk membangun lingkungan kerja yang aman sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Direktur Operasi dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, membuka secara resmi Safety Forum Triwulan II Tahun 2026. Ia menegaskan bahwa perusahaan harus menjadikan keselamatan sebagai nilai utama dalam setiap pekerjaan.

“Keselamatan adalah nilai utama yang tidak dapat ditawar. Seluruh insan perusahaan maupun mitra kerja memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiap pekerjaan dilakukan secara aman sehingga setiap pekerja dapat pulang ke rumah dalam keadaan selamat.

Budaya safety harus dibangun melalui kepedulian, disiplin, dan keberanian untuk saling mengingatkan,” ujar Muhammad Syukur.

Sementara itu, Terminal Head TPK Teluk Lamong, Pierre Rochel Tumbol, mengajak seluruh peserta menjadikan setiap insiden sebagai bahan pembelajaran.

Ia mendorong pekerja dan mitra kerja melakukan evaluasi secara menyeluruh serta menerapkan tindakan pencegahan secara konsisten.

“Setiap kejadian merupakan pengingat bahwa risiko selalu ada dalam setiap aktivitas operasional. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari setiap peristiwa, melakukan evaluasi secara menyeluruh, dan memastikan seluruh tindakan pencegahan benar-benar diterapkan di lapangan.

Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan harus menjadi budaya dalam setiap proses kerja,” tutur Pierre Rochel Tumbol.

Dalam sesi utama, peserta mempelajari materi Lesson Learned Fatality Pelindo Grup Tahun 2026.

Materi tersebut membahas kronologi sejumlah insiden fatal, faktor penyebab, serta langkah pengendalian yang dapat dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.

Pembelajaran tersebut membantu peserta meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi potensi bahaya, memperkuat budaya pelaporan, dan memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai prosedur keselamatan.

Selain itu, forum membahas Blind Spot Awareness yang menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap area yang tidak dapat terlihat secara langsung oleh operator alat berat maupun pengemudi kendaraan operasional.

Tingginya mobilitas alat bongkar muat dan kendaraan di kawasan terminal membuat pemahaman terhadap blind spot menjadi bagian penting dalam mencegah kecelakaan.

Karena itu, perusahaan mendorong seluruh pekerja untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kendaraan dan alat berat.
Melalui Safety Forum, PT Terminal Teluk Lamong terus memperkuat budaya K3 dan HSSE melalui komunikasi, edukasi, kolaborasi, serta pembelajaran berkelanjutan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung operasional terminal yang andal.

Dengan konsistensi dalam menerapkan standar keselamatan, PT Terminal Teluk Lamong berkomitmen membangun ekosistem pelabuhan yang aman, berkelanjutan, berdaya saing, dan berkelas dunia.

 

(Surya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *