Agustus 25, 2026
IMG_20260731_102604

Pasopati.co.id | Surabaya – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kebun Raya Purwodadi untuk mengembangkan riset ekologis di kawasan pesisir sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan data ilmiah yang menjadi dasar pengelolaan kawasan pelabuhan secara berkelanjutan.

Program riset yang berlangsung mulai pertengahan Juli hingga Agustus 2026 itu mengusung pendekatan berbasis sains (science-based framework).

Tim peneliti melakukan inventarisasi vegetasi, studi ekologis, analisis ekofisiologi tanaman, serta pemetaan kondisi lingkungan untuk memperkuat upaya konservasi keanekaragaman hayati di kawasan Terminal Petikemas Teluk Lamong.

Ketua Tim Riset BRIN Kebun Raya Purwodadi di Terminal Teluk Lamong, Sugeng Budiharta, mengatakan kolaborasi antara BRIN dan Terminal Teluk Lamong menjadi contoh sinergi positif antara lembaga riset dan sektor industri dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Menurutnya, riset tersebut tidak hanya bertujuan mengidentifikasi kondisi lingkungan di kawasan terminal, tetapi juga menyusun rekomendasi ilmiah yang dapat mendukung pengembangan kawasan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan.

Pada tahap awal penelitian, tim BRIN melakukan pemetaan dan inventarisasi berbagai jenis vegetasi yang tumbuh di area terminal.

Pendataan tersebut bertujuan mengetahui tingkat keanekaragaman spesies, kerapatan vegetasi, serta kondisi habitat yang menjadi penyangga ekosistem pesisir.

Selanjutnya, tim peneliti mengambil sampel daun dan ranting untuk dianalisis karakter ekofisiologinya.

Analisis meliputi pengukuran bobot basah, dokumentasi Leaf Area (LA), serta penelitian anatomi daun guna mengetahui kemampuan tanaman beradaptasi terhadap tingkat salinitas dan perubahan iklim mikro di kawasan pesisir.

Selain melakukan penelitian terhadap vegetasi, tim BRIN juga mengukur parameter iklim mikro seperti suhu udara, kelembapan, intensitas cahaya, dan kecepatan angin.

Penelitian kemudian diperluas ke kawasan mangrove melalui pengamatan kesehatan vegetasi pesisir serta analisis sampel tanah guna mengetahui kandungan unsur hara dan daya dukung habitat.

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa hasil riset tersebut akan menjadi pijakan penting dalam menyusun kebijakan pengelolaan lingkungan perusahaan.

Ia menjelaskan, pemetaan vegetasi dan analisis kondisi tanah akan dimanfaatkan untuk merancang pengembangan ruang hijau (green landscape) yang mampu mendukung habitat flora pesisir.

Sementara itu, hasil analisis anatomi dan ekofisiologi tanaman akan membantu menentukan jenis vegetasi yang paling sesuai dengan karakteristik lingkungan kawasan terminal.

Muhammad Syukur menambahkan, Terminal Teluk Lamong berkomitmen memastikan seluruh aktivitas operasional pelabuhan tetap berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.

Menurutnya, pembangunan sektor kepelabuhanan harus mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan keberlangsungan ekosistem pesisir.

Melalui kerja sama dengan BRIN, PT Terminal Teluk Lamong berharap dapat memperkuat konservasi biodiversitas sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan berbasis riset.

Sinergi tersebut juga diharapkan mendukung terwujudnya pelabuhan hijau yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, serta industri kepelabuhanan Indonesia.

 

( Surya )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *