Juni 2, 2026

Pasopati.co.id | Surabaya – Salah Satu Pengunjung di Mall Pakuwon jalan Mayjend Jonosewojo no. 2 Surabaya, atas nama Hendri Merasa Tersinggung, karena Ditegur oleh oknum security secara kasar terkait Larangan duduk bersila. Pada hari Rabu, 22/3/2025.

 

Dihadapan awak media Pengunjung Hendri mengatakan, pada saat tanggal (22/3/2025) beliau sekeluarga sedang berjalan-jalan ke Mall Pakuwon di Surabaya dan mau berbuka puasa disana juga, karena kebetulan rumahnya berada di Malang.

 

Lanjut pengunjung Hendri, “waktu itu kami telah tiba mendapatkan parkir bergegas masuk mall untuk berbuka puasa, mengingat sudah adzan Maghrib pada saat mendapatkan parkir kendaraan di mall tersebut. Karena saya capek dan perjalanan jauh, kami duduk di salah satu tempat duduk untuk pengunjung sambil bersila menunggu istri dan anak saya yang lagi di toilet.”,

“Tiba-tiba datang seorang satpam yang bernama Achmad RFQI, yang dengan kata-kata kasar meminta saya untuk tidak bersila. Saya sangat kaget atas hal tersebut karena saya sering melihat pengunjung mall tersebut yang malah duduk dengan tidak sopan di bangku-bangku semen disana, tapi tidak ada yang mendapatkan teguran, apalagi perlakuan kasar yang saya alami.”, ujar Hendry

Dan terus terang  saya tersinggung karena dia berkata kasar dan mempermalukan saya di depan orang banyak tanpa dasar aturan yang jelas di tempat duduk tersebut. Apalagi sikap satpam tersebut sangat arogan.

“Karena hal tersebut, saya datangi satpam tersebut yang sudah berlalu pergi dari tempat duduk saya dan saya tanyakan salahnya saya dimana. Apa dasar dia berkata kasar ke saya yang sedang duduk bersila, apalagi disana tidak ada larangan untuk hal tersebut. Saya mengatakan saya ini orang hukum, orang paham hukum, dan taat hukum. Jadi saya ingin tahu aturannya mengenai larangan tidak boleh duduk bersila di mal tersebut.”, ungkap Hendry.

Ketika saya konfrontir apa dasar tindakan kasar, yang bersangkutan gugup dan hanya berulang-ulang berkata dia diperintahkan komandannya (ternyata chief security-nya) untuk melakukan hal tersebut. Saya cecar terus mana aturannya, dia tidak bisa menjelaskan dan hanya mengatakan itu perintah dari chief security dia dan tidak ada larangan tertulis disana. Saya ajak dia untuk saya konfrontir dengan chief security-nya, dia enggan dan kelihatan ketakutan.

Hal yang absurd lainnya adalah saya  sering melihat banyak pengunjung yang malah duduk dengan posisi tidak sopan disana, bahkan ada yang sambil tidur-tiduran dan ada yang sambil makan, tapi tidak mendapatkan teguran sedangkan saya hanya duduk bersila yang sebenarnya posisi duduk yang sopan. Jadi kelihatan sangat kentara adanya standar ganda, tebang pilih, ketidak konsistenan dalam tindak tanduk dari security mall tersebut, dan sentimen subjektif tertentu disini.

 

“Singkat cerita, setelah saya selesai makan bersama keluarga, saya pun bergegas bertanya ke security yang lain (mohon maaf ijin mas saya mau bertemu chief security-nya). Alhasil setelah bertemu chief security, kami kemudian menyampaikan mengenai tindakan arogan anak buahnya. Kami sampaikan kalau saya orang hukum dan paham hukum. Kalau aturannya jelas, tentu saya akan mematuhi peraturan yang ada di mal untuk pengunjung.”, imbuhnya Hendry

Saya juga menanyakan ke si chief security tersebut dengan baik-baik mengenai aturan duduk di mal tersebut yang kata anak buahnya berasal dari si chief security tersebut. Kami juga menyarankan agar sebaiknya di tempat duduk di mal tersebut diberikan tanda atau aturan posisi duduk pengunjung mall seperti apa yang diharapkan oleh manajemen mal tersebut, agar tidak ada lagi pengunjung yang mengalami kejadian menyakitkan seperti yang saya alami.

“Yang absurd adalah si chief security tersebut malah mementahkan saran saya dan memberikan penjelasan yang konyol, arogan, dan tidak berdasar. Dia mengatakan bahwa disini juga tidak ada aturan tertulis mengenai larangan parkir di lobi mall, tapi tetap mobil tidak bisa parkir. Dia malah meremehkan dan berkata “Hayo, kalau begitu gimana“. Katanya hal itu berhubungan dengan etika.”, tegasnya Hendry.

 

“Saya sangat kaget dengan penjelasan dari dia. Hal itu menunjukkan kedangkalan logika berpikir yang bersangkutan karena jelas sekali ada tanda di lobi mall tersebut bahwa ada wilayah drop-off pengunjung mall di lobi mall dan ada tanda ke tempat parkir mobil yang ke mal tersebut. Dari tanda tersebut, itu jelas sebagai aturan tertulis bahwa mobil pengunjung mal tidak bisa parkir mobil di lobi mobil karena tempat tersebut hanya tempat drop-off pengunjung ke mal.”, menurut Hendry.

Saya kaget dan merasa miris ketika tahu kalau seorang chief security di mal sebesar Pakuwon Mall Surabaya punya pola pikir dangkal seperti itu. Melihat attitude dari si chief security tersebut, tidak heran jika anak buahnya mempunya sifat arogan, ngotot, dan tidak beretika, karena si chief security-nya saja mempunyai logika berpikir yang dangkal, gagal paham, berbicara tidak berdasarkan fakta yang ada disana, dan arogan. Hanya demi mempertahankan ego dan anak buahnya yang salah, dia sampai tidak berbicara berdasarkan data dan menunjukkan  yang bersangkutan.

“Hal ini malah menunjukkan si chief security tersebut tidak memiliki etika dan kedewasaan dalam hal kepemimpinan dan pelayanan yang buruk kepada pengunjung mall yang perlu diberikan pelayanan yang baik. Bagaimana tidak, sudah jelas disana ada tanda drop-off area di lobi mall yang dia bilang tidak ada aturan tertulis untuk tidak parkir di lobi mall, apalagi dia membabi buta membela si security arogan tidak beretika si Achmad RQFI.”

 

 

Padahal, mengenai informasi aturan di mall pengunjung bisa dengan berbagai cara tidak harus tertulis dengan panjang lebar. Contohnya, bisa dengan gambar dilarang jongkok ketika menggunakan toilet duduk. Tapi karena yang dia sudah merasa arogan dan gagal paham atas saran dari pengunjung mall, ya yang ada adalah sikap menyangkal dari si chief security yang membabi buta dan malah mendebat balik pengunjung langganan mall tersebut yang seharusnya diberikan pelayanan yang baik, bukan untuk didebat dan disalahkan.

“Terus terang saya dan keluarga jadi kecewa dan malas untuk berkunjung lagi ke mal Pakuwon karena arogansi si satpam Achmad RFQI dan chief security-nya kepada saya. Padahal kami sekeluarga sudah rutin berkunjung ke mal tersebut sejak tahun 2019an, bahkan pada saat wabah Covid-19 kami tetap rutin berkunjung kesana.”, Hendry

“Lagi pula, setelah kejadian tersebut pihak kami sudah mengirimkan pengaduan ke https://wbs.pakuwonjati.com/ dihari yang sama sekitar jam 18:50 – 7 malaman WIB. Setalah itu baru kami menemui si chief security (komandan) dari Achmad RFQI, si satpam arogan. Dan belum ada respon dari tanggal 22/3/2025 sampai saat ini. Sudah 1 bulanan.“

“Menurut saya, kalau security di mall tersebut tetap arogan seperti ini, akan banyak pengunjung kecewa yang jadi malas berkunjung ke mall tersebut. Pada akhirnya yang akan dirugikan ya pihak mall Pakuwon juga”, pungkas Hendri pengunjung Mall Pakuwon.

 

Alhasil awak media dalam pemberitaan, biar berimbang kami mengkonfirmasi ke pada pihak security Mall Pakuwon. Pada saat di depan pintu Mall Pakuwon kami bertemu dengan oknum security yang dimaksud saudara Hendri, yaitu Achmad RFQl. Kami menjelaskan kedatangan kami bahwa ada pengaduan dari pengunjung bahwa ada salah satu oknum security menegor secara kasar dan sengaja membuat malu pengunjung rutin mall tersebut didepan orang banyak tanpa aturan tertulis yang jelas dilokasi tempat duduk tersebut. Dan kami sebagai awak media ingin melakukan konfirmasi ke komandan mereka untuk mendapatkan berita yang berimbang.

 

Setelah menjelaskan kronologinya dan kami masih berbicara dengan satpam yang sedang diadukan oleh pengunjung mall rutin saudara Hendri tersebut, si security Achmad RFQI tiba-tiba bilang dengan sikap yang tidak ramah “ saya mau istirahat. Posko security ada disana.”, dan dia langsung meninggalkan awak media. Terus terang, awak media kecewa dengan sikap dari si Achmad RFQI tersebut. Sampai kami bertanya kembali bahwa kami mau ketemu sama komandannya hingga akhirnya temannya yang membantu telfon komandannya dan  hanya menyuruh kami ke posko central security yang kami gak tau kantornya sebelah mana. Rabu, (22/4/2025)

Ditempat terpisah, si komandan dari security yang lagi dilaporkan pengunjung mall, dengan jabatan resmi sebagai Chief Security, dan bernama Hariyadi mengungkapkan, bahwa benar pada tanggal (22/3/2025) ada laporan keluhan dari pengunjung. Si pengunjung merasa tidak nyaman karena ditegur secara kasar di depan umum karena duduk bersila.

“Dan dari anggota sudah sopan menegurnya, tapi bapaknya itu merasa tidak nyaman di sekitar itu banyak orang. Komplain ke saya juga yang menghandle dilokasi, dan bapaknya menyarankan dikursi dibuat tanda larangan tidak boleh bersila ditempel”, Ujar Hariyadi, chief security Mall Pakuwon Rabu, (22/4/2025)

 

Lagi pula saya juga menyampaikan, bahwa disitu memang tidak ada syainit tapi ada security bertugas menyampaikan secara persuasif ke pengunjung yang duduk bersila. tapi Bapaknya minta aturan tertulisnya.

“Itupun memang aturan tidak tertulis, tapi perintah pimpinan menyangkut estetika didalam mall bersila”, imbuh Hariyadi

Pantauan awak media pada saat selesai konfirmasi ke central posko security, sembari arah keluar pintu mal melihat adanya beberapa pengunjung duduk dengan bersila didalam mall tersebut.

Alhasil sangat disayangkan harusnya agar ada teguran dari pihak security. Rabu, (22/4/2025)

“Sampai berita ini diturunkan kami tetap berkoordinasi dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait “, Bersambung

 

(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *