Pasopati.co.id | Dua kantor ke kantor walikota Surabaya tujuan kita ke sana dalam mempertanyakan bagaimana penegakan Perda Surabaya nomor 2 tahun 2020 untuk kegiatan yang sifatnya mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat Bagaimana Kota Surabaya.
Heru Maki Mengatakan, menyikapi ketika ada keberadaan tenda ada keberadaan tenda dan pengumpulan donasi yang dilakukan di Taman Apsari. Dan nama pertanyakan Bagaimana nih pihak Pemerintah Kota Surabaya menyikapi ini karena ini sudah hampir hari kelima dan jelas sekali di dalam Perda Surabaya nomor 2 tahun 2020 kecuali tahun 2020 ya bukan 2022 di pasal 11 itu jelas sekali setiap orang atau badan dilarang sama memasuki atau berada di jalur hijau atau taman yang bukan untuk umum.
“Lebih lanjut, Heru Maki Jatim kedua melakukan perbuatan atau tindakan dengan alasan apapun yang berakibat terjadinya kerusakan pagar Taman jalur hijau atau Taman beserta kelengkapannya yang ketiga bertempat tinggal di jalur hijau taman dan tempat umum keempat menyalahgunakan atau mengalih fungsikan jalur hijau taman dan tempat umum yang di poin ini yang menarik berjualan atau berdagang menyewakan permainan menyimpan atau menimbun barang di dalam hijau taman dan tempat umum yang tidak sesuai dengan peruntukannya”, dihadapan awak media.
Masih, Heru Maki Jatim peruntukannya adalah taman karena juga 5 hari sampai per hari ini kegiatan tenda yang berada di taman absen didirikan oleh CS ini kami pertanyakan bagaimana konsep pemerintah kota Surabaya menyikapi kami minta ini juga dibubarkan kami minta Alhamdulillah harusnya kami bergerak ke sana tetapi warisan satu jam yang lalu Pak Walikota Surabaya.
“Sudah menyampaikan ke kami bahwa tenda itu akan dikeluarkan resmi dari Pak Walikota Surabaya Kemudian yang kedua ini Pak Kapol PP Surabaya menyampaikan bahwa jam satu siang ini ada rapat bersama karena Taman Apsari masuk dalam wilayah kekuasaan dinas lingkungan hidup Kota Surabaya Satpol PP Surabaya LH Surabaya.”, terangnya. Heru Maki Jatim
Kemudian dari Surabaya akan kumpul rapat jam satu siang ini untuk memutuskan bagaimana menyikapi hal ini oleh karena itu kami mohon maaf kepada teman-teman media teman-teman, pengurus Masjid semuanya kita tidak jadi bergerak ke sana karena sudah ada komunikasi positif dan kami warning sampai hari ini saja.
” Kalau hari ini tidak ada keputusan atau tidak ada tindakan untuk menertibkan itu maka makin Jawa Timur besok akan melangkah untuk membubarkan tenda di sana karena jelas ini pelanggaran tahun 2020 sangat jelas di sini terutama di Pasar 11 huruf e Jadi kami berikan waktu kepada pemerintah kota Surabaya untuk menegakkan Perda surabayanya sendiri nomor 2 tahun 2020 sampai pukul 06.00 hari ini sampai 26 Agustus pukul 06.00 Kalau tidak ada pergerakan apapun”, imbuh. Heru Maki Jatim
Maka karena ini sudah 5 hari besok masih Jawa Timur beserta semua jajan akan mengambil langkah tegas dan terukur untuk membubarkan itu Apapun yang terjadi kita ketabrak karena sebenarnya saya tidak tahu harusnya ada skala prioritas utama karena itu berada di depan rumah Marwah dari pemerintah provinsi Jawa Timur Jawa Timur harusnya pemerintah kota Surabaya.
Memberikan satu atensi yang lebih untuk itu apalagi dekat berdekatan sosial seperti itu karena ini Gubernur Jawa Timur di situ ada di situ kemudian kalau berkaitan dengan tanggal 3 tetapi yang menjadi permasalahan utama adalah apa yang mau diangkat sebenarnya itu apa yang memang Sentral betul menuju ke Pemerintah perlu Jawa Timur menuju ke Gubernur Jawa Timur.
Sekarang terus melakukan pengembangan untuk mencari tersangka baru menggunakan sprinsip baru saat ini memanggil semua ketua kelompok emas penerima hibah dan ini masih berproses tidak kemudian ketika Bunda jadi saksi itu mudah ditarik opini sebagai Bagaimana seakan-akan ibunda menjadi tokoh sentra pertanggung jawab.
Dalam proses tidak seperti kita negara hukum Sampai detik ini KPK belum menentukan Jawa Timur artinya juga bukan lembaga lembaga yang sangat goblok untuk menilai abcd menilai peran serta menilai keterlibatan ini lebih singkat kita serahkan semua ke tapi kalau untuk masalah wilayah untuk masalah dana hibah kemudian ketika belum menentukan sikap apapun.
Hal itu menjadi sebuah simpul simpul apa namanya mesin kedua kesimpulan untuk menurunkan turunkan liburan Jawa Timur ini apa apa yang ketiga tuntutan itu ada namanya di SMS Jadi ada satupun yang ada dalam SMA,SMK karena dana BOS dan dana bpop.
itupun,kalau dikumpulkan jadi satu masih kurang-kurangnya apa mbayari Guru PPT kan masih banyak guru yang harus mereka tarik mereka untuk untuk menyempurnakan formasi guru untuk memaksimalkan lagu pendidikan di SMA SMK sehingga akhirnya apa muncullah beberapa 75 tahun 1999.
Muncullah namanya dana partisipasi masyarakat karena partisipasi masyarakat ini pun oleh komite komite itu apa perwakilan dari wali murid wali murid semuanya itu Sesuai dengan kesepakatan dengan wali murid.
Pasti masih Jawa Timur akan melakukan dua hal yang pertama Insya Allah dalam Minggu ini kalau nggak Rabu Kamis kita akan melakukan diskusi publik nanti teman-teman media akan kami undang semuanya terbuka untuk umum dengan mengangkat tema Jawa Timur sedang baik-baik saja itu yang utama kita ambil yang kedua mati Jawa Timur.
Alhamdulillah kita banyak sekali hubungan juga yang muncul yang mengarah kepada kita jadi aksi tandingan tanggal 3 September nanti itu akan kita tidak kita laksanakan tetapi tanggal 2 September semua elemen dan hormat LSM teman-teman media semua akan bergerak dalam sebuah apel konteks kegiatan apel siaga Akbar karena akan dihadiri hampir 10.000 anggota elemen semua masyarakat dan itu akan kita laksanakan di Tugu Pahlawan.
Kami memang tidak mau terpancing untuk membuat aku pertandingan di tanggal 3 September.
Melaksanakan tugasnya di tahun 2031 yang akan kita lakukan nanti untuk kegiatan itu nanti teman-teman akan kita kita apa namanya akan kita undang seperti itu Insyaallah dalam 23 hari ini kita buka sementara masih Jawa Timur.
Alhamdulillah mendapatkan kepercayaan dari teman-teman Ormas seperti Pemuda Pancasila Surabaya ketua brand Nusantara Surabaya 32 kampus itu juga sudah menyatakan hubungan yang mengikuti saja yang akan dilaksanakan oleh merpati Jawa Timur Bersama dengan mereka dan alhamdulillah mereka mengerjakan saya sebagai koordinator untuk apel siaga Akbar itu nanti akan kita putuskan dalam beberapa besar Nantinya di tanggal 30 bersama dengan semua perwakilan teman-teman masyarakat yang akan datang untuk membahas Bagaimana teknik pelaksanaan dari apa saja yang akan kita masukkan tanggal 2 September adalah Kami tidak mau terpancing.
Dengan melakukan aksi tandingan untuk tanggal 3 September karena mereka mohon maaf mereka bukan representasi masyarakat Jawa Timur dan mereka bukan presentasi sebuah lembaga lembaga elemen besar Jawa Timur Kami lebih memilih berkumpul bersama menyatakan sikap pertama dalam konteks apel siaga.
“Akbar yang akan kami laksanakan tanggal 2 September 2025 hari Selasa di Tugu Pahlawan menyampaikan deklarasi bersama bahwa kita bersama-sama menjaga Marwah pemerintah provinsi Jawa Timur lambang kebesaran pemerintah Jawa Timur yaitu ibunda Gubernur Jawa Timur dan kita akan bersama-sama melakukan support dukungan mengawal program pembangunan pemerintah Jawa Timur menyelesaikan Tugasnya di tahun 2031”, Pungkasnya. Heru maki Jatim
(Red-Herman)