Juni 2, 2026

Pasopati.co.id | Sidoarjo -Kegiatan santunan dan buka puasa bersama anak yatim piatu digelar oleh MAKI Jawa Timur, Acara yang berlangsung dilaksanakan di Sekretariat MAKI Jatim, Perum Permata Juanda, Sidoarjo. Jum’at, (13/3/2026), pukul: 16.00 WlB.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial di bulan Ramadhan yang bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu.

Dalam acara ini, puluhan anak yatim mendapatkan santunan serta mengikuti kegiatan buka puasa bersama.

Selain pemberian santunan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama serta tausiyah untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial dan mempererat tali silaturahmi antara pengurus MAKI Jawa Timur dengan masyarakat.

“Panitia berharap kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim serta menjadi momentum untuk meningkatkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya di bulan suci Ramadhan”, ujarnya, Tim Maki Jatim.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan hingga menjelang waktu berbuka puasa, di mana seluruh peserta kemudian menikmati hidangan berbuka secara bersama-sama.

Ketua Maki Jatim Heru Satrio memberikan sambutan, semoga kegiatan ini membawa manfaat dan semua yang kita lakukan mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Masih Heru Satrio, Kami juga mohon doa dari Bapak dan Ibu sekalian, semoga kita semua dapat dipertemukan kembali pada tahun yang akan datang.

“Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan oleh Allah SWT. Aamiin”, ujarnya, Maki Jatim Heru Satrio.

Disela-sela acara, memberikan ceramah sembari menunggu berbuka puasa Ustadz Lufi,Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian yang saya hormati.

Saat ini Allah masih memberikan kita kesempatan hidup di dunia. Dengan kesempatan hidup ini, Allah memberi waktu kepada kita untuk memperbaiki diri, untuk mengintrospeksi diri kita masing-masing.

“Kita menilai kembali apa saja yang telah kita lakukan di hari-hari yang lalu, di minggu-minggu yang lalu, di bulan-bulan yang lalu, bahkan di tahun-tahun yang telah kita lewati”, tuturnya, ustadz Lufi.

Mana perbuatan yang baik yang telah kita lakukan, dan mana pula perbuatan yang mungkin masih banyak kekurangannya. Dengan kesempatan hidup yang masih Allah berikan ini, marilah kita memperbanyak amal kebaikan, memperbanyak ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta memperbanyak berbuat baik kepada sesama manusia.

“Bapak-Ibu sekalian,Kita semua tentu berharap amal ibadah kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjadi sebab kita dimasukkan ke dalam surga-Nya. Namun sesungguhnya kita tidak pernah tahu apakah amal yang kita lakukan benar-benar diterima oleh Allah atau tidak. Karena itu, jangan pernah berhenti untuk terus berbuat baik”, imbuhnya, ustadz Lufi.

Berbuat baiklah sebanyak-banyaknya, baik ketika dilihat oleh manusia maupun ketika tidak dilihat oleh manusia.

Lakukanlah amal kebaikan dengan ikhlas, semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amal yang mungkin tidak diketahui oleh manusia, tetapi membuat Allah ridha dan senang kepada kita.

Semoga dengan amal-amal kebaikan yang kita lakukan, Allah Subhanahu wa Ta’ala berkenan menerima amal kita dan memasukkan kita semua ke dalam surga-Nya”, tutupnya, ustadz Lufi.

(Red-Herman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *