Pasopati.co.id | Jember-Di tengah semangat pengembangan produk lokal dan inovasi berbasis lingkungan, mahasiswa dari Politeknik Negeri Jember menghadirkan terobosan unik melalui produk mie sehat berbahan dasar limbah kulit singkong. Produk bernama Miona tersebut menjadi salah satu inovasi yang menyita perhatian pengunjung dalam ajang pameran di Jember karena mengangkat limbah pertanian menjadi makanan bernilai ekonomis.
Mahasiswa penggagas Miona, Anggi, menjelaskan bahwa ide tersebut lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah kulit singkong yang terbuang di Jember, daerah yang dikenal sebagai sentra produksi tape singkong. Menurutnya, kulit singkong yang selama ini dianggap sampah sebenarnya masih memiliki kandungan serat dan pati yang cukup tinggi sehingga layak diolah kembali menjadi produk pangan.
“Melalui Miona, kami ingin mengembangkan inovasi sirkular agri industri. Jadi bahan yang biasanya dianggap limbah justru kami olah menjadi produk yang punya nilai jual. Jember terkenal dengan tape singkong, sehingga kulitnya melimpah dan sering dibuang. Dari situ kami berpikir bagaimana limbah ini bisa dimanfaatkan menjadi olahan yang sehat dan menarik,” ujar Anggi.
Ia menuturkan, proses pengolahan dilakukan secara hati-hati agar aman dikonsumsi. Bagian kulit singkong yang dipakai adalah lapisan dalam. Bahan tersebut dicuci menggunakan garam dan cuka untuk membantu mengurangi kandungan asam sianida, lalu dibilas sebanyak tiga hingga empat kali. Setelah itu, kulit singkong direbus selama sekitar satu jam dan diblender menjadi adonan dasar untuk pembuatan mie.
“Prosesnya cukup panjang karena kami harus memastikan kandungan asam sianida hilang. Setelah dicuci, direndam, dibilas berkali-kali, baru direbus dan dihaluskan. Dari situlah adonan mie kami buat. Kandungan kulit singkong sendiri ada kanji dan serat, jadi sangat cocok sebagai bahan dasar produk makanan sehat,” jelas Anggi.
Saat ini, pemasaran Miona masih menyasar lingkungan kampus, teman sebaya, dan masyarakat yang menyukai makanan sehat. Promosi dilakukan melalui media sosial serta keikutsertaan dalam berbagai event pameran UMKM dan festival inovasi.
“Untuk target market sementara masih di sekitar kampus dan masyarakat umum yang tertarik dengan makanan sehat. Kami juga aktif promosi lewat Instagram dan mengikuti event seperti ini agar lebih banyak masyarakat mengenal produk kami,” tambahnya.
Miona dipasarkan dalam dua varian, yakni kemasan instan seharga Rp9.000 dan kemasan siap saji seharga Rp12.000. Dengan harga yang terjangkau, mahasiswa berharap produk tersebut dapat diterima luas oleh masyarakat sekaligus menjadi contoh bahwa limbah pangan bisa diolah menjadi produk bernilai.
Sementara itu, Ketua MAKI Jawa Timur Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur, Heru Satryo, memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa dalam mengolah limbah singkong menjadi produk inovatif. Menurut Heru, langkah tersebut merupakan bentuk nyata inovasi generasi muda dalam mendukung ekonomi hijau dan penguatan UMKM berbasis potensi lokal.
“Ini luar biasa. Anak-anak muda sudah mampu melihat limbah bukan sebagai sampah, melainkan sebagai peluang. Inovasi seperti Miona menunjukkan bahwa ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi kreatif bisa dimulai dari bahan sederhana yang selama ini terabaikan. Ini harus didukung karena bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Heru Satryo.
Heru menilai, Jember memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk turunan singkong karena daerah tersebut sudah dikenal luas sebagai penghasil tape. Dengan hadirnya inovasi seperti Miona, ia berharap muncul identitas baru bagi produk olahan khas Jember yang ramah lingkungan dan berdaya saing.
“Kalau produk seperti ini terus didampingi, bukan tidak mungkin menjadi ikon baru. Jember punya bahan baku melimpah, punya anak muda kreatif, tinggal bagaimana semua pihak mendukung agar inovasi ini bisa naik kelas menjadi produk unggulan nasional,” tegas Heru.
Melalui inovasi ini, Anggi dan tim berharap masyarakat Indonesia semakin memahami bahwa singkong tidak hanya bisa diolah menjadi tape atau makanan tradisional, tetapi juga menjadi produk modern yang sehat, ekonomis, dan berkelanjutan.
Produk Miona dapat dipesan melalui akun Instagram mionna__, dengan kontak WhatsApp yang tercantum pada bio media sosial mereka.
(Herman)