Juni 2, 2026
IMG_20260527_174525

Pasopati.co.id| SURABAYA — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momen istimewa bagi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Jawa Timur. Untuk pertama kalinya pada tahun 2026 ini, MAKI Jatim menerima amanah bantuan satu ekor sapi kurban dari Khofifah Indar Parawansa yang disebut menjadi bentuk dukungan moral terhadap gerakan sosial dan semangat pemberantasan korupsi di Jawa Timur. Rabu, (27/5/2026)

Ketua Korwil MAKI Jatim, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa Idul Adha tahun ini terasa sangat spesial karena selain menerima bantuan sapi kurban, MAKI Jatim juga menjalin kolaborasi positif bersama komunitas ojek online wanita WATASA yang dipimpin Mbok Ma serta sejumlah komunitas ojol wanita lainnya.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan distribusi daging kurban kepada para pengemudi ojek online wanita di berbagai wilayah.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan para ojol wanita, MAKI Jatim juga membagikan susu kesehatan, di mana masing-masing penerima memperoleh dua pack susu.

“Ini bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan moril bagi para ojol wanita yang setiap hari bekerja keras memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Heru.

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai isu negatif berbasis hoaks yang belakangan diarahkan kepada dirinya selaku Ketua MAKI Jatim. Heru menegaskan bahwa pihaknya memilih menjawab berbagai tudingan dengan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

MAKI Jatim menjawab dengan aksi luar biasa dalam distribusi daging kurban serta mendapat penguatan moral dari dukungan Ibunda Gubernur Jawa Timur yang memberikan amanah bantuan sapi kepada MAKI Jatim,tegasnya.

Dalam momentum Idul Adha 1447 H ini, Heru juga menekankan pentingnya memahami makna pengorbanan sebagaimana keteladanan Nabi Ibrahim AS.

Menurutnya, semangat pengorbanan menjadi fondasi penting dalam perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk dalam menjaga semangat pemberantasan korupsi di Jawa Timur.

“Pentingnya memahami pengorbanan ini menjadi narasi utama bahwa dalam frasa perjuangan, pengorbanan atas hal apapun dalam berjuang menjadi pelengkap murni artikulasi hikayat kehidupan yang sebenarnya, dan Allah SWT lewat Nabi Ibrahim AS memberikan orkestrasi tersebut di depan kita sebagai bekal untuk mengabdi dan memahami arti kehidupan yang sebenarnya,” ungkap Heru MAKI.

 

(Herman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *