Oktober 28, 2026
IMG-20261020-WA0015

Pasopati.co.id | SURABAYA – Kinerja PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus ngegas di tahun 2026. Hingga akhir September, total arus petikemas yang ditangani tiga terminal kelolaannya tembus *2.299.342 TEUs*, naik *12,54 persen* dibanding periode yang sama tahun lalu.

Capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas. Di balik lonjakan volume, ada kerja keras menjaga kepercayaan pelayaran dan pengguna jasa agar tetap memilih TTL.

Manager Corporate Communication TTL, Dahlia Permata Sari, menegaskan pertumbuhan ini adalah buah dari kepercayaan pasar.

“Yang kami syukuri bukan hanya bertambahnya jumlah petikemas, tetapi juga semakin banyaknya kapal dan pelanggan yang mempercayakan kegiatan logistiknya kepada terminal kami. Bagi TTL, kepercayaan ini harus dijawab dengan pelayanan yang semakin cepat, aman, dan andal,” ujar Dahlia.

Tren positif ini memang sudah terlihat sejak pertengahan tahun. Juli 2026, TTL sempat mencetak rekor kinerja bulanan. Momentum itu terus dijaga hingga September.

Pertumbuhan paling signifikan datang dari petikemas internasional di TPK Teluk Lamong. Pembukaan dua layanan baru, *CSE Service dan SCJX Service*, berhasil memperkuat konektivitas Jawa Timur dengan jaringan perdagangan global.

Tak hanya rute reguler, TTL juga kebanjiran kapal non-reguler. Tercatat *25 kunjungan kapal internasional ad hoc* dengan total muatan 16.014 TEUs bersandar di Teluk Lamong. Ini sinyal kuat bahwa terminal semi-otomatis ini semakin dilirik.

“Kami ingin TTL terus menjadi pilihan yang menarik bagi perusahaan pelayaran. Caranya bukan hanya dengan menyediakan fasilitas, tetapi juga memastikan kapal dapat dilayani dengan baik dan kegiatan bongkar muat berjalan efisien,” jelas Dahlia.

TPK Nilam Jadi Bintang, Tumbuh 16 Persen
Sementara itu, bintang pertumbuhan justru datang dari terminal domestik. TPK Nilam mencatat arus *415.082 TEUs*, naik sekitar *16 persen* dari 357.536 TEUs tahun lalu.

Lonjakan ini ditopang meningkatnya muatan layanan Caraka Tirta Perkasa tujuan Makassar dan Meratus tujuan Kendari, serta optimalisasi layanan kapal Tanto untuk rute Ambon dan Sorong. Artinya, distribusi barang ke Indonesia Timur semakin lancar lewat TTL.

Di TPK Berlian, fokus diarahkan pada optimalisasi tambatan dan container crane agar waktu sandar kapal semakin efisien.

Bukan Sekadar Kejar Volume
Dengan pengelolaan terintegrasi tiga terminal – TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian – TTL punya fleksibilitas untuk mengatur kapasitas sesuai kebutuhan pasar.

Dahlia menegaskan, filosofi TTL bukan sekadar mengejar volume.
Setiap petikemas yang kami tangani adalah bagian dari rantai pasok dan kegiatan ekonomi. Karena itu, ukuran keberhasilan kami bukan semata-mata berapa banyak petikemas yang masuk, tetapi juga seberapa baik kami melayani kapal dan pelanggan,” tutupnya.

 

Surya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *