Oktober 28, 2026
IMG_20260918_100632

Pasopati.co.id | SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) unjuk gigi. Hingga Agustus 2026, arus petikemas yang dilayani TTL menembus angka *2.027.914 TEUs*, tumbuh *12,38%* dibanding tahun lalu yang hanya 1,8 juta TEUs.

Yang bikin hebat, pertumbuhan TTL ini jadi mesin utama nasional. Dari total pertumbuhan Pelindo Terminal Petikemas secara nasional yang sebesar 5,51% (YoY), *30,59% kontribusinya disumbang dari TTL saja.*

Rahasia di balik lonjakan ini? *Pasar Internasional.*

Arus petikemas internasional di TTL meledak *78,69%* menjadi 389.682 TEUs. Lonjakan ini didorong oleh tambahan *23 kunjungan kapal (call) ad hoc internasional* yang memilih sandar di TPK Teluk Lamong.

Sementara di domestik juga tidak kalah solid:
– *TPK Nilam tumbuh 17%* menjadi 368.127 TEUs (550 call kapal, +16 call)
– *TPK Berlian tumbuh 4,1%* menjadi 916.026 TEUs
– *Domestik Teluk Lamong stabil di 1,6 juta TEUs*

Volume naik, layanan makin ngebut. Indikator *ET/BT (Effective Time/Berthing Time)* di semua terminal TTL melampaui target:
– TPK Teluk Lamong Internasional: *87,93%* (target 81%)
– TPK Berlian: *84,45%* (target 80%)
– TPK Nilam: *81,59%* (target 78%)
– TPK Teluk Lamong Domestik: *77,14%* (target 73%)

Artinya, bongkar muat makin cepat, kapal tidak lama menunggu di dermaga.

“Pertumbuhan volume harus seiring dengan kualitas layanan. Kami pastikan operasional efektif, cepat, dan aman. Ini bukti kepercayaan pengguna jasa makin tinggi,” ujar Corporate Secretary TTL, Syaiful Anam.

Capaian ini juga diperkuat inovasi *EAZI (Efisiensi Waktu Sandar)* di TPK Berlian yang diujicobakan sejak 4 Agustus 2026 bersama KSOP Utama Tanjung Perak. Hasilnya: pergantian kapal makin cepat, waktu tunggu antar kapal terpangkas signifikan.

Langkah ini sejalan dengan agenda Danantara Indonesia untuk menjaga kelancaran logistik nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia.

 

Surya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *