Oktober 28, 2026
IMG-20261008-WA0003

Pasopati.co.id | SURABAYA – Lima tahun pasca penggabungan (merger) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menunjukkan pertumbuhan dan transformasi yang signifikan sebagai bagian dari keluarga besar Pelindo.

Selama setengah dekade bersatu, TTL tidak hanya tumbuh dari sisi operasional bongkar muat, tetapi juga bertransformasi menjadi terminal petikemas yang modern, efisien, dan berkonsep green port di kawasan Indonesia Timur.

Transformasi tersebut terlihat dari peningkatan produktivitas, percepatan layanan kapal dan barang, digitalisasi operasional, hingga penguatan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Sebagai terminal semi-otomatis pertama di Indonesia, TTL terus menjadi etalase transformasi Pelindo dalam penerapan teknologi, standarisasi operasional, dan tata kelola yang mengedepankan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Lima tahun bersatu bersama Pelindo adalah perjalanan transformasi. Kami di Terminal Teluk Lamong terus belajar, bertumbuh, dan berbenah untuk memberikan layanan yang lebih cepat, aman, dan berkelanjutan bagi pengguna jasa,” ujar manajemen TTL.

Tidak hanya fokus pada bisnis, TTL juga aktif menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan dampak langsung, mulai dari pemberdayaan nelayan melalui budidaya kepiting soka, edukasi lingkungan di sekolah-sekolah pesisir, hingga dukungan UMKM lokal.

Capaian ini sejalan dengan visi besar Pelindo pasca merger untuk menjadi operator pelabuhan kelas dunia, menghubungkan Indonesia, dan mendorong efisiensi logistik nasional.

Memasuki tahun ke-enam bersatu, TTL menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian penting dalam ekosistem logistik Pelindo yang terintegrasi, berdaya saing global, dan tumbuh bersama masyarakat.

 

Surya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *