Pasopati.co.id| SURABAYA – Komitmen menuju pelabuhan hijau dan efisien terus diperkuat di kawasan Tanjung Perak. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan *2 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG)* baru di Terminal Petikemas (TPK) Nilam, Selasa (16/9/2026).
Peninjauan ini merupakan tahapan wajib untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, kelaikan, dan kesiapan operasional alat bongkar muat baru tersebut sebelum resmi dioperasikan.
Kedatangan 2 unit E-RTG ini menjadi bagian dari strategi PT Terminal Teluk Lamong (TTL) selaku pengelola TPK Nilam dan TPK Berlian untuk melakukan elektrifikasi peralatan. Berbeda dengan RTG konvensional yang menggunakan solar, E-RTG sepenuhnya menggunakan tenaga listrik sehingga lebih ramah lingkungan, rendah emisi, dan lebih efisien dari sisi biaya energi.
Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Capt. Heru Susanto, dalam tinjauannya menekankan pentingnya transformasi peralatan di terminal petikemas untuk mendukung produktivitas dan keselamatan kerja.
“Kami ingin memastikan bahwa penambahan alat ini tidak hanya meningkatkan kapasitas, tetapi juga memenuhi standar keselamatan pelayaran dan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Elektrifikasi ini langkah maju yang harus didukung,” ujarnya.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menyampaikan bahwa pengoperasian E-RTG baru ini akan mendongkrak kinerja TPK Nilam yang saat ini mencatatkan pertumbuhan arus petikemas domestik sebesar 17% hingga Agustus 2026.
“TPK Nilam adalah hub penting untuk konektivitas Indonesia Timur. Dengan E-RTG baru, kami targetkan produktivitas bongkar muat meningkat, waktu sandar kapal lebih pendek, dan layanan ke pengguna jasa, khususnya untuk rute-rute ke Makassar, Ambon, Kendari, menjadi jauh lebih andal,” jelas Syaiful.
Dengan tambahan ini, TPK Nilam semakin memperkuat posisinya sebagai terminal petikemas domestik yang modern, efisien, dan berwawasan lingkungan, sejalan dengan agenda transformasi hijau Danantara Indonesia di sektor kepelabuhanan.
Surya